Impian Taksi Terbang Eropa Terkendala Minimnya Dana Investasi

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 28 November 2024 | 14:26 WIB
Pertunjukkan Volocity di Olimpiade Paris 2024 (Volocopter)
Pertunjukkan Volocity di Olimpiade Paris 2024 (Volocopter)

KLIK SAJA - Pada perhelatan Olimpiade Paris 2024 lalu terdapat terobosan teknologi yang ingin dipamerkan yaitu layanan taksi terbang listrik.

Adalah perusahaan Volocopter asal Jerman menjanjikan pelayanan taksi terbang bertenaga listrik, yaitu VoloCity, yang sedianya akan digunakan dalam penyelenggaraan Olimpiade Paris 2024

Namun akhirnya terobosan tersebut gagal dilaksanakan, yang ada hanya demonstrasi saja.

Walau demikian, Volocopter sedang berusaha keras untuk mendapatkan investasi baru agar perusahaannya tetap berjalan.

Hampir sebagian investor dari beberapa negara Eropa tak ada yang mau meminjamkan dana.

Baca Juga: Keren! UNS Surakarta dan Universitas Canberra Mau Buat Bus Listrik Pakai Pembangkit Tenaga Sampah

Kini harapan tertuju pada Geely asal China, yang tengah dalam pembicaraan untuk mengambil alih 85% saham Volocopter dengan imbalan pendanaan sebesar $95 juta, menurut laporan Bloomberg .

Kesepakatan itu dapat berarti bahwa semua produksi di masa mendatang akan dipindahkan ke China.

Volocopter adalah salah satu dari puluhan perusahaan di seluruh dunia yang mengembangkan pesawat lepas landas dan mendarat vertikal elektrik (EVTOL).

Mesin mereka menjanjikan fleksibilitas helikopter, tetapi tanpa biaya, kebisingan, dan emisi.

Akan tetapi, karena harus menanggung biaya besar untuk mendapatkan persetujuan regulator atas pesawat baru tersebut dan kemudian membangun kemampuan manufaktur, sebagian investor terpaksa mengundurkan diri.

Perusahaan Jerman lainnya yaitu Lilium telah mengembangkan konsep radikal terhadap tema EVTOL.

Pesawat Lilium menggunakan 30 jet listrik yang dapat dimiringkan secara serempak untuk berayun antara daya angkat vertikal dan penerbangan maju.

Konsepnya terbukti menarik, perusahaan mengklaim memiliki pesanan dan nota kesepahaman untuk 780 jet dari seluruh dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Tags

Rekomendasi

Terkini

X