Di tengah pesatnya perkembangan teknologi perkapalan modern, menjaga keberlanjutan tradisi pembuatan Pinisi menjadi tantangan tersendiri.
Namun, pengakuan UNESCO telah mendorong berbagai upaya pelestarian, mulai dari promosi wisata budaya, pendokumentasian pengetahuan tradisional, hingga pelatihan bagi generasi muda agar keterampilan ini tetap lestari.
Kapal Pinisi bukan hanya warisan budaya, tetapi juga bukti kemampuan masyarakat Nusantara dalam mengembangkan teknologi perkapalan tradisional yang tangguh dan berkelas dunia.
Melalui perpaduan antara keterampilan, kearifan lokal, dan filosofi hidup yang diwariskan lintas generasi, Pinisi terus menjadi simbol kejayaan maritim Indonesia.
Menjaga tradisi pembuatannya berarti merawat salah satu identitas bangsa yang telah diakui dunia dan memastikan warisan tersebut tetap berlayar hingga masa depan.***