Apakah Planet Lain Mengalami Pola Musim Layaknya di Bumi?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 7 Mei 2025 | 00:21 WIB
Penampakan Atmosfer Planet Mars (NASA)
Penampakan Atmosfer Planet Mars (NASA)

KLIK SAJA - Bumi memiliki empat musim, tetapi apakah planet lain di tata surya kita juga mengalami hari-hari musim panas yang panas dan malam-malam musim dingin yang dingin?

Setiap tahun, Bumi mengikuti pola perubahan musim yang sudah dikenal: saat musim panas tiba di Belahan Bumi Utara, musim dingin mulai menyelimuti Belahan Bumi Selatan, dan sebaliknya.

Namun, apakah planet lain juga memiliki pola musiman?

Memang, planet lain, planet katai, dan bulan-bulan di tata surya kita juga memiliki siklus musiman—dan siklus tersebut bisa terlihat sangat berbeda dari yang kita alami di Bumi.

Untuk memahami bagaimana planet lain bisa memiliki musim, kita bisa melihat apa yang menyebabkan perubahan musim di planet kita.

Bumi memiliki empat musim karena kemiringan sumbu rotasinya. Jadi, ketika Bumi berada di satu sisi Matahari, Belahan Bumi Utara akan condong menghadap Matahari, sementara Belahan Bumi Selatan menjauh.

Enam bulan kemudian, ketika Bumi bergerak ke sisi lain Matahari, giliran Belahan Bumi Utara yang menjauh.

Mars memiliki kemiringan sumbu sekitar 25 derajat. Karena angka ini sangat dekat dengan kemiringan Bumi yang sebesar 23,5 derajat, variasi musim di Mars mirip dengan yang terjadi di planet kita.

Namun menariknya, alih-alih es yang berbasis air, musim dingin di Mars didominasi oleh es karbon dioksida (atau dry ice), yang dapat membentuk retakan-retakan seperti jaring laba-laba di permukaan planet tersebut.

Sebaliknya, beberapa planet di tata surya kita memiliki kemiringan sumbu yang sangat berbeda, yang menyebabkan perubahan musim yang jauh lebih ekstrem sepanjang tahun.

Misalnya, Merkurius tidak memiliki kemiringan sama sekali, sehingga hampir tidak ada perubahan musim.

Di sisi berlawanan, Uranus memiliki kemiringan hingga 90 derajat, sehingga kutub-kutubnya bisa sepenuhnya menghadap Matahari atau sama sekali tidak terkena cahaya Matahari.

Sehingga planet Uranus mengalami musim sangat ekstrem: musim panas dipenuhi cahaya Matahari yang menyala terus-menerus, sementara musim dingin tenggelam dalam kegelapan yang membeku tanpa henti.

Namun, kemiringan bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan perubahan musim. Bentuk orbit sebuah planet juga dapat memengaruhi variasi musiman dalam cuaca.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: NASA, Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X