Bagaimanakah Manusia Purba Saling Berbicara dan Komunikasi?

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Selasa, 11 Februari 2025 | 06:07 WIB
ilustrasi manusia Neanderthal saling bicara dan komunikasi (rochester)
ilustrasi manusia Neanderthal saling bicara dan komunikasi (rochester)

KLIK SAJA - Rekonstruksi komputer terhadap tengkorak kuno menunjukkan bahwa nenek moyang kita memiliki telinga yang mirip dengan telinga kita sejak 350.000 tahun yang lalu.

Telinga mamalia sosial biasanya dirancang untuk mengenali suara yang dibuat oleh sesama anggota spesies.

Jadi, telinga yang mirip manusia menunjukkan cara bicara yang mirip manusia, kata peneliti dari Spanyol.

Para antropolog tidak tahu pasti kapan manusia mulai berbicara.

Baca Juga: Mengenal Profesi Astronot, Lengkap Dengan Persyaratannya

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik, studi baru tersebut difokuskan pada sekelompok fosil dari suatu tempat di Spanyol yang disebut Sima de los Huesos.

Fosil-fosil tersebut termasuk spesies yang disebut Homo heidelbergensis .

Manusia modern tidak berevolusi dari H. heidelbergensis , tetapi kelompok purba yang disebut Neanderthal mungkin berevolusi darinya.

Dengan menggunakan pemindai komputer, para peneliti mengukur struktur telinga pada sisa-sisa tersebut.

Kemudian, mereka menggunakan informasi tentang orang-orang yang masih hidup untuk membuat model komputer tiga dimensi tentang seperti apa bentuk telinga purba tersebut.

Baca Juga: Mengenal Aljabar, Cabang Matematika Yang Bermanfaat Pada Kehidupan Sehari-hari

Terakhir, mereka mengukur bagaimana suara akan melewati telinga model tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa telinga dapat menangani rentang suara yang hampir sama persis dengan yang dapat didengar telinga kita saat ini.

Para peneliti berpendapat bahwa pendengaran dan pembicaraan berkembang pada nenek moyang yang sama yang dimiliki oleh Neanderthal dan manusia modern.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Tags

Rekomendasi

Terkini

X