Pada penelitian tersebut, peneliti kronobiologi, seseorang yang mempelajari ritme tubuh, seperti siklus tidur menerangkan perilaku aneh Rusa Kutub ini.
Para peneliti melatih rusa kutub untuk menoleransi elektroda yang direkatkan pada bagian kulit yang dicukur.
Elektroda tersebut mengukur aktivitas otak hewan tersebut.
Melatih rusa kutub tidaklah mudah, hewan-hewan itu cenderung menendang.
Namun, para peneliti memberi rusa kutub banyak makanan berupa lumut, agar mereka lebih tenang.
Elektroda mendeteksi gelombang otak yang khas pada tidur non-REM saat rusa kutub mengunyah makanan.
Baca Juga: Memahami Cara Kerja Organ Ginjal Dalam Tubuh dan Mengapa Banyak Orang Mengalami ‘Cuci Darah’
REM adalah kependekan dari rapid eye movement, yang mengukur jumlah kedipan mata dalam kurun waktu tertentu.
Sementara Non-REM adalah fase tidur yang dalam dan memulihkan.
Gerakan mengunyah rusa kutub membuat sulit untuk mengetahui apakah sinyalnya sama seperti tidur biasa. "
Namun, tanda-tanda lain membantu memastikan rusa kutub benar-benar tertidur.
Salah satu alasannya, rusa kutub tampak tenang saat mengunyah dalam waktu yang lama.
Bahkan, mereka sering memejamkan mata, artinya bisa dikatakan mereka memang benar-benar tertidur saat mengunyah.
Rusa yang suka mengunyah juga lebih sulit diganggu, bahkan mereka cenderung tidak akan menoleh ke arah suara yang dibuat oleh rusa di dekatnya.
Ditambah lagi, ketika rusa tetap terjaga, mereka membutuhkan tidur pemulihan.