Ketika kereta dengan roda seperti ini berbelok, roda bagian luar bergerak lebih maju daripada roda bagian dalam.
Jadi salah satu roda akan tergelincir dan terseret.
Penemuan berikutnya adalah dengan memasang as pada kendaraan dan membiarkan roda berpura bebas.
Sehingga hal ini membuat kendaraan dapat berbelok lebih jauh dengan mudah.
Kendaraan beroda pertama adalah kereta pertanian, kereta perang, kereta kencana dan gerobak suci persembahan bagi dewa-dewi kuno, yang digerakkan manusia, sapi atau kuda.
Kereta perang awal terbuat dari dua roda atau empat roda.
Namun yang paling jamak digunakan adalah model chariot yang diperkenalkan oleh para kesatria pemanah Mesir Kuno, yang menggunakan dua roda, digerakkan kuda, lalu ada kusirnya serta pemanahnya.
Model ini kemudian banyak diadaptasi bangsa lain seperti Babilonia kuno dan peradaban sungai Hindu.
Hal ini disebabkan kendaraan empat roda pertama pada jaman tersebut tidaklah praktis.
Poros depan maupun belakang terpasang pada tubuh kereta.
Karena tidak ada as yang dapat berayun, kereta tidak dapat berbelok dengan tajam.
Sekitar dua ribu tahun yang lalu, seseorang menciptakan dan mengembangkan as depan yang berporos.
Sehingga dapat berputar ke kanan dan ke kiri, semenjak itu mulailah marak kereta beroda empat yang jamak digunakan oleh peradaban di jaman itu.
Roda berjari-jari diciptakan di Asia Barat Daya sekitar 2000 tahun sebelum masehi.
Kini keberadaan roda masih eksis dipakai oleh umat manusia yang dipergunakan untuk berbagai keperluan.***