Di halaman 71 jurnal itu dia menulis "the Malayunesian branch of this race".
Di bawah halaman ditambahkan oleh dia catatan yang menjelaskan istilah itu. Dia mengusulkan nama baru bagi penduduk kepulauan Hindia dengan nama "Indu-nesians" atau "Malayu-nesians".
Earl sendiri lebih suka dengan istilah yang kedua karena menurutnya istilah itu lebih memberikan penghargaan pada orang-orang Melayu yang telah menjelajah seluruh kepualauan sebelum orang-orang Eropa.
Logan berpendapat sedikit berbeda, dimana ia menjadi kepala redaksi majalah itu, yang juga kolega Earl, bahkan yunior Earl saat masih kuliah, lebih memilih atau lebih suka dengan istilah Indonesia yang lebih praktis.
Baca Juga: Mengenal Singkat Perjalanan Sejarah Aksara Jawa
Dia lebih memilih "Indonesia" sebuah istilah geografi untuk membedakan dengan wilayah kepulauan ini dengan belahan dunia lain.
Praktis, menurutnya karena lebih singkat ketimbang istilah panjangnya "Indian Archipelago".
Pada halaman 254 jurnal itu, Logan memilih Indonesia sebagai nama wilayah kepulauan, dan penduduknya menjadi orang-orang Indonesia.
Penjelasan Logan adalah bagian dari uraian dia untuk menjelaskan wilayah keseluruhan "wilayah Hindia" atau "the whole Indian Region".
Menurut Logan, wilayah ini adalah wilayah bagian daratan yang dibagi dua oleh Teluk Benggala.
Di bagian timur yang juga mendapat pengaruh dari India juga bagian dari keseluruhan wilayah ini.
Oleh karena itulah, Logan mengusulkan nama India, Ultraindia, atau Transindia dan Indonesia.
Jika digambarkan pada saat ini wilayah India bisa diartikan wilayah antara Pakistan dan India Utara, kemudian India Selatan beserta kepulauan di sekitarnya, dan Asia Tenggara.
Seiring berjalannya waktu, para bapak pendiri bangsa kita, menggunakan istilah Indonesia dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat untuk memerdekakan diri.***