KlikSAJA,--Banyak spekulasi yang muncul atas pertemuan antara Ketua Partai Nasdem Surya Paloh dan Luhut Binsar Panjaitan (LBP). Ada yang menyebut kesepakatan baru dan banyak lagi lainnya.
Namun ada bocoran terbaru soal peretemuan itu. Yakni muncul dari Peter F Gontha yang satu-satunya saksi pada pertemuan Surya Paloh dan LBP. Bukan hanya sekali. Peter menghadiri tiga kali pertemuan antara keduanya.
Begini kompilasi tiga tulisan bersambung Peter F Gontha pada instagramnya di akun @petergontha:
Baca Juga: Bus Wisata Masuk Jurang di Guci, 37 Luka, Satu Meninggal
Saya satu-satunya orang yang berada di dalam pertemuan antara Bapak Luhut Binsar Panjaitan -LBP (Menko Maritim orang kepercayaannya Presiden Jokowi) dan Bapak Surya Paloh (SP) Ketua umum Partai Nasdem.
Jadi saya tau apa isi pembicaraan antara mereka berdua hari Jumat 5 Mei, 2023 ybl. Demikian juga dalam 3 pertemuan sebelumnya, di London, di Wisma Nusantara dan di DPP Partai Nasdem. Tapi saya heran begitu banyak orang membuat asumsi mengenai isi pembicaraan tersebut sehingga saya menjadi bingung.
Ada yang menyimpulkan SP tegas terhadap Presiden Jokowi, ada yang mengatakan Ada kesepakatan baru dst dst. Karangan yang beraneka Ragam. Semua Podcaster dan TV Berita membuat asumsi masing yang sebetulnya hanya mericuhkan suasana.
Saya juga sudah mendengar penjelasan dari Presiden Jokowi di media social (youtube) mengenai tidak diundangnya Nasdem pada pertemuannya dengan partai Politk, karena dianggap di luar koalisi PENCAPRESAN, dan strategi itu harus dirahasiakan kepada NASDEM.
Baca Juga: SEA Games 2023: Indonesia Permalukan Timor Leste 3-0
Sayangnya di Indonesia tidak ada Rahasia, semua diketahui semua orang dalam sekejap saja. Maka semua menjadi terang mengapa Nasdem Tidak diundang.
Sangat sah dan sangat berhak Presiden Mengundang partai POLITIK ke istana (Jadi saya kurang setuju dengan Denny Indrayana) untuk membicarakan koalisi Bersama menghadapi Pilpres dan untuk menentukan siapa calon Capres dan Cawapres yang akan diusung. Itu sangat sah.
Bahwa Nasdem telah membentuk Koalisi Baru (Bukan Koalisi dalam Pemerintahan 2019-2024) pun sah - sah saja. Karena pada waktu pembentukan Koalisi pemerintahan Kabinet INDONESIA MAJU - 2, ada kesepakatan bahwa Partai anggota Koalisi, termasuk NASDEM akan mendukung sepenuhnya program Kerja Presiden Jokowi sampai berachirnya Pemerintahan ini. Namun Tidak ada kesepakatan pembentukan koalisi untuk pencalonan CAPRES / CAWAPRES pemilu 2024. Koalisi ini dua koalisi yang sangat berbeda.
Sebelumnya saya memposting mengatakan bahwa sebetulnya Nasdem diundang juga tapi oleh karena Pak Surya Di Luar Negeri maka NASDEM tidak diundang, Itu yang saya dengar langsung dari pak LBP, tapi ternyata Pak Jokowi menyatakan lain, jadi saya langsung meghapus postingan tersebut.
Inti kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan antara Pak LBP dan Pak SP hanya satu: bahwa pada prinsipnya semua orang boleh memiliki pandangan masing masing tapi semua itu harus dijabarkan secara baik, sistimatis, terbuka, tanpa memberikan kesan atau pesan adanya permusuhan.