politik

Mahfud MD Sebut Lebih Baik Punya Parpol Jelek Daripada Tidak Ada

Senin, 3 April 2023 | 12:17 WIB
Mahfud MD ceramah taraweh di Masjid UGM

KlikSAJA, Jogjakarta--Menko Polhukam (Menteri Koordinator politik, Hukum dan HAM) Mahfud MD saat membawakan ceramah taraweh di Masjid Kampus UGM (Universitas Gajah Mada) menyebut lebih baik memiliki Parpol (Partai Politik) yang jelek dibanding tak memilikiparpol sama sekali.

Hal itu diungkap Mahfud MD pada akun instagramnya @mohmahfudmd yang diunggah senin (3/4/2023) dini hari. Menurutnya, untuk negara demokrasi, sebaiknya tetap ada Parpol dan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).

Karena keberadaan perwakilan rakyat itu bisa meminimalkan potensi terjadinya negara otoriter.

Baca Juga:   Pan Undang Ketum Parpol Pendukung Jokowi-Ma'ruf Silahturahmi, PDIP Tidak Hadir, Kenapa?

"Tadi malam, Takmir Masjid Kampus UGM meminta saya ceramah taraweh dengan tema "Pemugaran Partai Politik sebagai Instrumen Kaderisasi Kepemimpinan". Saat ini memang media sosial sedang ramai menyoroti partai politik dan DPR. Ada yang berteriak bubarkan Parpol, juga bubarkan DPR," katanya.

Menanggapi komentar-komentar itu, Mahfid mengatakan, negara kita ini wajib memiliki DPR dan wajib memiliki Parpol.

"Kepada jamaah yang sebagian besar adalah mahasiwa dan dosen, saya sampaikan bahwa kita wajib punya DPR dan wajib punya Parpol karena keduanya adalah instrumen demokrasi," katanya.

Dengan keberadaan Parpol dan DPR maka bisa mencegah peluang terbentuknya negara monarki dan negara otoriter.

Baca Juga: Gembirakan 100 Anak Yatim, Ikafe Unhas Gelar Buka Puasa Perdana

"Lebih baik punya Parpol yang jelek daripada tidak punya Parpol dan DPR. Kenapa? Karena kalau tidak ada Parpol dan tidak ada DPR, berarti negara ini adalah negara otoriter, negara monarki,"ujarnya.

Kesewenang-wenangan pemerintahan bisa saja terjadi pada negara otoriter dan monarki. "Di dalam negara monarki itu, potensi kesewenang-wenangan lebih mungkin terjadi. Ini yang harus dihindari. Itu sebabnya, harus ada pemugaran Parpol, juga karena sekaligus sebagai instrumen kaderisasi kepimpinan," kuncinya.

Postingan itu langsung dokomentari warganet dengan beragam ekspresi. Misalnya saja akun @sitasoediono yang mengatakan lebih senang jika negara ini tanoa DPR.

"Tapi saya lebih suka negara ini tanpa DPR pak @mohmahfudmd ...kesel liatnya pas waktu BPK ada rapat dgn DPR kemarin...???? sehat selalu untuk orang2 baik di negeri ini," komen @sitasoediono.

Ada juga yang setuju Parpol yang dipugar.
"Pemugaran parpolnya ini pak yang agak amazing. Karena pemimpin parpol sepertinya menerapkan sistem otoriter kebonekanya," komen @nurha_tamrin03

Halaman:

Tags

Terkini