Indonesia Mengutuk Tindakan AS Merelokasi Warga Palestina Keluar Gaza

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 9 Februari 2025 | 10:50 WIB
ratusan ribu warga gaza berjalan kaki menuju kampung halamannya yang hancur digempur Israel (Reuters)
ratusan ribu warga gaza berjalan kaki menuju kampung halamannya yang hancur digempur Israel (Reuters)

KLIK SAJA - Indonesia mengutuk keras segala upaya maupun wacana untuk secara paksa merelokasi warga Palestina dari tanah airnya dengan mengubah komposisi demografis wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Indonesia menilai tindakan sembrono tersebut akan menghambat tercapainya cita-cita terbentuknya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, bahkan dapat memicu perang baru.

“Tindakan semacam itu akan menghambat terwujudnya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat sebagaimana dicita-citakan oleh Solusi Dua Negara berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” ungkap pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Rabu (5/2/2025).

Baca Juga: Menteri Pertahanan Israel Perintahkan IDF Siapkan Rencana 'Usir' Penduduk Gaza

Kemlu RI kembali menekankan seruannya kepada komunitas internasional untuk memastikan bahwa hukum internasional selalu dipatuhi terkait isu Palestina.

Hak rakyat Palestina untuk dapat menentukan nasibnya sendiri serta hak dasar mereka untuk kembali ke tanah air mereka harus dijamin tanpa adanya paksaan atau perubahan paksa yang mengancam identitas dan keberlanjutan mereka sebagai bangsa.

Indonesia juga menegaskan bahwa satu-satunya jalan yang sesuai bagi mewujudkan perdamaian abadi di wilayah Palestina dan kawasan Timur Tengah adalah dengan menyelesaikan akar penyebab konflik.

Dimana akar penyebab tersebut, menurut Kemlu RI, adalah aktivitas pendudukan ilegal yang dilakukan Israel atas wilayah Palestina yang berlangsung secara berkepanjangan.

Disamping itu, situasi ini semakin diperburuk dengan wacana yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan rencana untuk mengambil alih Jalur Gaza.

Trump mengklaim bahwa warga Gaza seharusnya tidak ingin kembali ke Gaza dan memilih untuk tinggal di tempat lain yang lebih aman dan indah di luar Palestina.

Namun, klaim tersebut dikecam oleh dunia internasional sebagai upaya untuk memaksa relokasi warga Palestina ke negara lain yang dianggap tidak sah.

Baca Juga: Setelah Gencatan Senjata Gaza, Israel Kini Jadikan Tepi Barat Sebagai Sasaran Serangan

Pada 25 Januari 2025, Trump mengusulkan agar supaya  warga Gaza dipindahkan ke Mesir dan Yordania.

Namun, usulan tersebut ditolak mentah-mentah oleh kedua negara tetangga Palestina itu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Indonesia.go id

Tags

Rekomendasi

Terkini

X