Penjelasan tersebut disampaikan untuk memberikan konteks terhadap unggahan yang kemudian ramai dibahas publik.
Ia berharap masyarakat dapat melihat kembali kronologi lengkap sebelum memberikan penilaian.
Tamara Sebut Algoritma dan Pihak Ketiga Membuat Utasnya Dikaitkan
Dalam lanjutan klarifikasinya, Tamara menjelaskan bahwa unggahan yang dibuatnya kemudian dikaitkan dengan kasus yang sedang ramai dibahas.
Ia berpendapat bahwa terdapat pihak lain yang turut menyebarkan dan menghubungkan utas tersebut dengan komentar tenaga kesehatan lainnya.
Baca Juga: Apa Bedanya Kereta Ekonomi New Generation dengan Kereta Ekonomi Lama? Simak Penjelasan Lengkapnya
Tamara menuliskan, “Hal itu digoreng oleh pihak ketiga, ditambah mungkin algoritma menghubungkan utas saya soal BPJS (di luar soal alm.Yurizal) ke situ,” terangnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat unggahan yang ia tulis menjadi semakin luas diperbincangkan.
Penjelasan ini merupakan bagian dari kronologi yang ia sampaikan melalui akun media sosial pribadinya.
Publik kemudian memberikan beragam tanggapan terhadap isi klarifikasi tersebut.
Tamara Ungkap Belasungkawa atas Meninggalnya Yurizal
Selain menyampaikan permintaan maaf, Tamara juga mengungkapkan rasa belasungkawa atas kabar meninggalnya Yurizal.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di Threads sebagai bagian dari klarifikasinya.
Dalam tulisannya ia menyampaikan doa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
Tamara menulis, “Saya berbelasungkawa atas meninggalnya Yurizal, semoga almarhum dilapangkan kuburnya dan keluarga diberi ketabahan. Aamiin,” tulisnya lagi.
Ungkapan belasungkawa tersebut melengkapi rangkaian pernyataan yang ia sampaikan setelah polemik berkembang di media sosial.
Hingga kini, kasus yang melibatkan sejumlah tenaga kesehatan terkait komentar kepada Yurizal masih terus menjadi perhatian publik.***