Namun, manfaat maksimal tetap memerlukan pasokan listrik yang andal dan bersih.
Karena itu, transisi energi perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pemerintah tetap perlu memperkuat transportasi publik
Sejumlah pengamat menilai insentif kendaraan listrik sebaiknya dibarengi dengan peningkatan kualitas transportasi umum.
Layanan yang nyaman, aman, tepat waktu, dan terjangkau akan membuat masyarakat tetap memilih angkutan massal.
Dengan demikian, kemacetan dapat dikurangi meskipun kepemilikan kendaraan listrik meningkat.
Investasi pada bus, kereta, dan sistem angkutan massal dinilai memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Kebijakan kendaraan listrik dan transportasi publik sebaiknya berjalan beriringan.
Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dalam membangun sistem transportasi yang berkelanjutan.
Insentif kendaraan listrik 2026 berpotensi mempercepat penggunaan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Namun, keberhasilan sistem transportasi nasional tidak hanya bergantung pada kendaraan listrik pribadi, melainkan juga pada penguatan transportasi umum yang aman, nyaman, terjangkau, dan terintegrasi.
Kombinasi keduanya dinilai menjadi langkah penting menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan.***