Ia mengutip sejumlah ketentuan hukum yang menurutnya dapat menjadi dasar dalam penanganan kasus tersebut, termasuk aturan mengenai penggunaan wajah seseorang untuk kepentingan komersial tanpa persetujuan, ketentuan terkait Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE) apabila unsur-unsurnya terpenuhi, serta aturan mengenai hak pribadi dalam UU ITE.
Menurutnya, penerapan pasal akan bergantung pada fakta dan hasil penyelidikan aparat penegak hukum.
Habiburokhman juga mendorong korban membuat laporan resmi ke kepolisian agar proses hukum dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia menambahkan bahwa Komisi III DPR RI siap mengawal proses tersebut.
“Berdasarkan hukum positif di Indonesia, korban dapat menuntut si pelaku perekaman dan penyebaran tanpa izin,” ujar Habiburokhman.
“Saya mendorong kepada korban (SPG/Usher) untuk menggunakan haknya membuat laporan resmi ke Polres terdekat, yaitu Polres Tangerang Selatan (Tangsel) selaku pihak yang berwajib agar hukum bisa benar-benar ditegakkan,” imbuhnya.
“Kami, Komisi III DPR RI akan mengawal kasus ini agar berjalan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” tambahnya.
Emanuel Bryan Sampaikan Permintaan Maaf
Pada hari yang sama, konten kreator Emanuel Bryan menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Dalam pernyataannya, ia mengakui adanya pihak yang merasa dirugikan akibat konten tersebut.
Emanuel menyatakan tidak membenarkan dampak yang muncul dari tindakannya dan memilih menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak.
Permintaan maaf tersebut menjadi salah satu respons setelah videonya menuai kritik dari berbagai kalangan.
Ia berharap klarifikasinya dapat menjadi bentuk tanggung jawab atas polemik yang terjadi.
“Saya ingin minta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan,” ujarnya dalam video terbaru yang diunggah di akun Instagramnya pada Senin, 3 Agustus 2026.
Emanuel Sebut Kontennya Bertujuan Menginspirasi
Dalam klarifikasinya, Emanuel Bryan menjelaskan bahwa ide kontennya berawal dari pengalaman pribadi saat mencoba berkenalan dengan orang lain.