nasional

Philippine Airlines Borong 20 Pesawat Boeing 787-10 Dreamliner Senilai Rp126 Triliun, Begini Strategi Bangkit dari Kebangkrutan

Senin, 27 Juli 2026 | 10:41 WIB
Philippine Airlines Borong 20 Pesawat Boeing 787-10 Dreamliner Senilai Rp126 Triliun, Begini Strategi Bangkit dari Kebangkrutan (Ilustrasi gambar )

Selama hampir dua dekade, maskapai lebih banyak berfokus pada pengelolaan armada yang sudah ada dan pemulihan kondisi bisnis.

Kembalinya PAL membeli pesawat baru menandai babak baru dalam strategi perusahaan.

Modernisasi armada menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan penumpang.

Boeing 787-10 juga menawarkan kapasitas besar untuk melayani rute internasional.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa PAL kembali agresif melakukan ekspansi.

Bangkit Setelah Sempat Mengalami Kebangkrutan

Philippine Airlines sempat mengajukan perlindungan kebangkrutan melalui skema Chapter 11 di Amerika Serikat pada 2021.

Baca Juga: Misteri Kematian Satpam di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Korban Ditemukan Mengapung dengan Tangan Terborgol

Proses restrukturisasi dilakukan untuk mengurangi beban utang dan menata kembali kondisi keuangan perusahaan.

Setelah melewati masa sulit tersebut, PAL berhasil menunjukkan pemulihan yang signifikan.

Salah satu buktinya adalah keberanian melakukan investasi besar pada armada baru.

Kebangkitan ini menunjukkan bahwa restrukturisasi yang dijalankan mulai membuahkan hasil.

Kini PAL berupaya memperkuat posisinya sebagai maskapai nasional Filipina.

Dana Segar Jadi Modal Ekspansi Maskapai

Sebelum mengumumkan pembelian pesawat, Philippine Airlines berhasil menghimpun dana sekitar USD300 juta melalui penerbitan obligasi perdana.

Dana tersebut memperkuat kondisi keuangan perusahaan sekaligus mendukung rencana ekspansi jangka panjang.

Tambahan modal memberikan ruang bagi PAL untuk melakukan investasi pada armada modern.

Halaman:

Tags

Terkini