Selama hampir dua dekade, maskapai lebih banyak berfokus pada pengelolaan armada yang sudah ada dan pemulihan kondisi bisnis.
Kembalinya PAL membeli pesawat baru menandai babak baru dalam strategi perusahaan.
Modernisasi armada menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kenyamanan penumpang.
Boeing 787-10 juga menawarkan kapasitas besar untuk melayani rute internasional.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa PAL kembali agresif melakukan ekspansi.
Bangkit Setelah Sempat Mengalami Kebangkrutan
Philippine Airlines sempat mengajukan perlindungan kebangkrutan melalui skema Chapter 11 di Amerika Serikat pada 2021.
Proses restrukturisasi dilakukan untuk mengurangi beban utang dan menata kembali kondisi keuangan perusahaan.
Setelah melewati masa sulit tersebut, PAL berhasil menunjukkan pemulihan yang signifikan.
Salah satu buktinya adalah keberanian melakukan investasi besar pada armada baru.
Kebangkitan ini menunjukkan bahwa restrukturisasi yang dijalankan mulai membuahkan hasil.
Kini PAL berupaya memperkuat posisinya sebagai maskapai nasional Filipina.
Dana Segar Jadi Modal Ekspansi Maskapai
Sebelum mengumumkan pembelian pesawat, Philippine Airlines berhasil menghimpun dana sekitar USD300 juta melalui penerbitan obligasi perdana.
Dana tersebut memperkuat kondisi keuangan perusahaan sekaligus mendukung rencana ekspansi jangka panjang.
Tambahan modal memberikan ruang bagi PAL untuk melakukan investasi pada armada modern.