Program ini akan dilaksanakan secara bertahap dalam jangka panjang.
"Ini juga sesuai arahan Pak Presiden Prabowo Subianto, di mana kita harus membangun dan atau melakukan reaktivasi terhadap rel-rel kereta yang sudah ada tetapi pasif selama ini hingga 14.000 km dalam sekian puluh tahun ke depan," ujar AHY.
Jepang Dijadikan Acuan Pengembangan Jaringan Kereta
Dalam menyusun rencana pengembangan rel kereta, pemerintah menjadikan Jepang sebagai salah satu negara acuan.
Menurut AHY, Indonesia dan Jepang memiliki karakteristik geografis yang sama-sama berupa negara kepulauan.
Pengalaman Jepang dalam membangun sistem perkeretaapian dinilai dapat menjadi referensi bagi Indonesia.
Namun, penerapan konsep tersebut tetap akan disesuaikan dengan kondisi dalam negeri.
Pemerintah berharap hasil pengembangan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih modern dan terintegrasi.
Dengan demikian, jaringan kereta api nasional dapat berkembang secara berkelanjutan.
"Kalau kita menggunakan benchmark, Jepang misalnya sebagai salah satu negara yang memiliki kontur dan karakteristik mirip dengan Indonesia," ucapnya.***