Langkah ini juga mendukung target penurunan emisi karbon nasional.
"Kereta ini juga sangat penting untuk menopang transportasi logistik, bukan hanya manusia, tapi juga logistik yang harus kita pastikan lebih diakomodasi oleh sektor perkeretaapian," ujar AHY.
Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi Masuk Master Plan
Saat ini pemerintah sedang menyusun master plan pengembangan jaringan kereta lintas pulau.
Program tersebut mencakup pembangunan sistem Trans Sumatera Railway, Trans Kalimantan Railway, hingga Trans Sulawesi Railway.
Tujuannya adalah menciptakan pemerataan infrastruktur di luar Pulau Jawa.
Selama ini sebagian besar jaringan rel masih terkonsentrasi di Jawa.
Dengan adanya jalur baru, konektivitas antardaerah diharapkan semakin meningkat. Pembangunan tersebut akan dilakukan secara bertahap.
"Hari ini kita punya kurang lebih 7.000 km rel kereta dan itu dominasi di Jawa. Ke depan kami sedang menyusun sebuah master plan untuk pengembangan Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan juga Trans Sulawesi railway system," kata AHY.
Jalur Kereta yang Sudah Tidak Aktif Akan Direaktivasi
Selain membangun jalur baru, pemerintah juga berencana menghidupkan kembali rel-rel kereta yang sudah lama tidak beroperasi.
Reaktivasi jalur dinilai menjadi cara untuk memperluas jaringan tanpa harus membangun seluruh infrastruktur dari awal.
Langkah tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah akan menggabungkan pembangunan rel baru dengan pemanfaatan kembali jalur lama.
Melalui strategi tersebut, target jaringan rel 14.000 kilometer diharapkan dapat tercapai.