Hingga kini unggahan tersebut masih menjadi bahan diskusi di media sosial.
Keberatan Saat Disarankan Menaikkan Harga Produk
Menurut penuturan Umma Adnan, ia sempat mendapatkan saran untuk menaikkan harga jual produknya agar keuntungan tidak berkurang.
Namun saran tersebut justru dinilai berisiko bagi kelangsungan usahanya.
Ia khawatir kenaikan harga akan membuat pelanggan berpindah ke tempat lain sehingga penjualan menurun.
"Dikasih solusi suruh naikkan harga, katanya kalau dinaikkan harga jadi keuntungan ibu tidak berkurang," ungkap Umma Adnan.
"Tidak berkurang gimana? Kalau harga naik, bisa jadi penjualan yang berkurang, salah yang salah atau gimana ini," sambungnya.
Pernyataan tersebut memicu beragam respons dari pengguna media sosial.
Menyinggung Pejabat agar Membuka Usaha Sendiri
Dalam keluhannya, Umma Adnan juga menyampaikan pendapat mengenai cara pemerintah memperoleh pendapatan daerah.
Baca Juga: Kronologi Bus Tabrak dan Seret Motor di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Sopir Diduga Mengantuk
Ia mempertanyakan mengapa para pejabat tidak mencoba membuka usaha sendiri dibandingkan hanya menarik pajak dari pelaku UMKM.
"Kenapa ya mereka tidak bikin usaha sendiri supaya punya pendapatan daerah, jual pentol, es dawet kah kalian itu," ujar Umma Adnan.
Ia menyebut usahanya sendiri dibangun dari modal yang relatif kecil, yakni sekitar Rp1 juta.
Menurutnya, membangun usaha membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Ungkapan tersebut turut menjadi sorotan karena dinilai cukup lugas.
Mengaku Usahanya Berawal dari Modal Rp1 Juta
Selain membahas persoalan pajak, Umma Adnan juga menceritakan awal mula membangun usahanya.
Ia mengatakan usaha pizza yang dijalankannya dirintis menggunakan modal sekitar Rp1 juta.