nasional

Laporan Halodoc for Business 2026 Bongkar Profil Penyakit Karyawan Indonesia dan Solusi Kesehatan Digital Perusahaan

Selasa, 21 Juli 2026 | 09:39 WIB
Laporan Halodoc for Business 2026 Bongkar Profil Penyakit Karyawan Indonesia dan Solusi Kesehatan Digital Perusahaan (HaloAssist dari Halodoc yang memungkinkan para tenaga kerja Indonesia mendapatkan kemudahan akses kesehatan. (Dok. Istimewa))

Pada pasien dengan penyakit kronis, penggunaan DCO mampu menghasilkan penghematan biaya hingga 66,4 persen dalam 90 hari dibandingkan pasien yang tidak menggunakan layanan digital.

“Telemedicine bukan sekadar alternatif yang lebih murah. Jika dioptimalkan, hal ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memastikan karyawan mendapat penanganan yang lebih cepat, relevan dengan kebutuhan, dan kembali produktif lebih cepat. Sampai hari ini, layanan DCO Halodoc for Business sudah menjangkau lebih dari satu setengah juta pengguna di lebih dari 3.000 mitra korporat, didukung lebih dari 30 mitra asuransi,” papar Fibriyani lagi.

Halodoc menilai teknologi digital dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem kesehatan karyawan yang lebih efektif.

Halodoc Bangun Ekosistem Kesehatan Terintegrasi untuk Perusahaan

Halodoc for Business menghadirkan ekosistem layanan kesehatan yang menghubungkan konsultasi digital, layanan obat, klaim cashless, hingga pendampingan saat pasien harus berobat secara langsung.

Baca Juga: Viral Muda-Mudi Nongkrong di Sisi Luar Jembatan Youtefa, Warganet Ramai Berkomentar

Untuk mendukung proses administrasi kesehatan, Halodoc memperkenalkan HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) untuk layanan Third Party Administrator (TPA).

“Di balik seluruh layanan ini, ada inovasi teknologi AI terbaru kami, yang disebut sebagai HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) untuk TPA.

AI tidak hanya digunakan pada satu titik, tetapi bisa mendukung seluruh perjalanan pasien, termasuk ketika kunjungan fisik,” ujar VP of Insurance di Halodoc, Saswat Satadal.

Teknologi AI tersebut membantu proses verifikasi dokumen, pemantauan tagihan, hingga percepatan penyelesaian administrasi klaim.

“Dengan sistem yang terhubung dari awal hingga akhir, mitra rumah sakit dan Halodoc tidak lagi bergantung pada koordinasi manual melalui email atau telepon. HILDA untuk TPA membaca dan meng-itemisasi setiap tagihan medis baris demi baris, memvalidasi klaim dengan akurasi tinggi, dan membantu perusahaan menekan biaya pengelolaan klaim hingga 18 persen,” imbuhnya.

HaloAssist Hadir Dampingi Karyawan Saat Berobat ke Rumah Sakit

Selain layanan digital, Halodoc juga menghadirkan HaloAssist untuk membantu karyawan ketika membutuhkan layanan kesehatan secara langsung di rumah sakit.

Layanan ini dibuat untuk menjawab kebutuhan pasien yang masih harus menjalani pemeriksaan tatap muka.

Melalui HaloAssist, pasien dapat melakukan pemesanan kunjungan, mendapatkan pendampingan administrasi, hingga menerima bantuan selama proses pemeriksaan.

“Selama ini, ekosistem layanan kesehatan digital sudah kami bangun dan melayani jutaan pasien dengan baik, mulai dari konsultasi online, pengiriman obat, klaim cashless. Tapi kami memahami bahwa ketika karyawan harus datang ke rumah sakit, mereka harus melalui berbagai proses seperti antre panjang, proses administrasi berlapis, dan tidak ada pendampingan yang memudahkan pengalaman berobat mereka,” ucap Saswat.

“Sehingga mereka dapat kembali sehat dan produktif, siap untuk bekerja lagi tanpa harus membuang waktu dan tenaga. Di tahap awal pengembangan, HaloAssist saat ini tersedia di 16 mitra rumah sakit Halodoc yang tersebar di Jabodetabek, Karawang dan Surabaya,” imbuh Saswat lagi.

Halaman:

Tags

Terkini