nasional

Penjahit di Bali Viral Usai Diduga Lontarkan Ujaran Rasis kepada Pelanggan, Simak Kronologi, Klarifikasi, dan Respons Publik

Senin, 20 Juli 2026 | 23:47 WIB
Penjahit di Bali Viral Usai Diduga Lontarkan Ujaran Rasis kepada Pelanggan, Simak Kronologi, Klarifikasi, dan Respons Publik (Viral dugaan rasisme dan ancaman penjahit kepada pelanggan di Bali. (Instagram/hiddenbyhilda))

“Orang Bali orang kaya-kaya, bukan kayak kamu, orang miskin. Kamu orang miskin nggak makan di Jawa, nyari uang di Bali, main-main sama orang Bali,” ucap penjahit tersebut.

Selain ucapan tersebut, video juga memperlihatkan adanya kata-kata kasar yang ditujukan kepada pelanggan.

Situasi semakin memanas ketika muncul dugaan ancaman kekerasan.

“Kalau aku nggak ingat dengan hukum, sudah ku sikat mulutmu, udah ku pukul pakai tongkat,” imbuhnya.

“Saya bisa lapor ke bos kamu, mudah-mudahan kamu dipecat. Nggak ada yang peduli sama perempuan kayak kamu. Saya gerakkan orang Bali biar kamu mati, biar saya suruh tukang pukul saya bunuh kamu,” ucapnya lagi.

Penjahit Memberikan Klarifikasi Versinya

Setelah video menjadi viral, penjahit yang diketahui bernama Sintya memberikan penjelasan melalui video yang diunggah akun Instagram anggota DPD RI asal Bali, @aryawedakarna.

Baca Juga: Respons Gus Miftah Soal Dugaan Aliran Dana Rp100 Juta Kasus Korupsi Jalur Ganda Solo-Semarang, Siap Kembalikan Jika Terbukti

Dalam keterangannya, ia mengaku sempat emosi karena merasa pelanggan terus mendesaknya ketika dirinya sedang makan.

Menurut Sintya, ia hanya meminta tambahan waktu sekitar 15 menit sebelum kembali melayani pelanggan.

Ia menilai situasi tersebut menjadi pemicu dirinya kehilangan kesabaran.

“Dia yang salah, bukan saya yang salah. Orang minta disuruh nunggu 15 menit saja nggak mau, masa kita harus naruh makan pas enak-enaknya makan?” ucap Sintya dalam video tersebut, dikutip pada Minggu, 19 Juli 2026.

Klarifikasi itu pun memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat.

Ni Luh Djelantik Minta Persoalan Segera Diselesaikan

Kasus ini juga mendapat perhatian dari anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik.

Ia mengecam keras ucapan yang diduga bernuansa rasis serta kata-kata kasar yang terekam dalam video viral tersebut.

Menurutnya, persoalan apa pun tidak dapat dijadikan alasan untuk melontarkan perkataan yang merendahkan orang lain.

Halaman:

Tags

Terkini