Menurutnya, seseorang sebaiknya tidak berhenti hanya karena sudah mencapai satu target.
Sikap tersebut menjadi bagian dari proses membangun kepemimpinan.
“Di TNI AD apa sih yang paling sulit? Katanya Kopassus, aku masuk Kopassus. Kemudian di Kopassus, ada lagi yang paling sulit, katanya Gultor, masuklah aku ke Gultor. Di TNI AD udah paling tinggi itu katanya,” jelasnya.
5. Kerahkan Kemampuan Terbaik agar Tidak Menyesal
Menutup pembekalan, Teddy mengajak para taruna memberikan kemampuan terbaik dalam setiap kesempatan.
Ia menilai seseorang yang sudah memilih sebuah jalan harus menjalankannya dengan sungguh-sungguh.
Dengan begitu, apa pun hasil yang diperoleh nantinya tidak akan meninggalkan penyesalan.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari menilai pengalaman yang dibagikan Teddy membuat pesannya mudah diterima para taruna.
Qodari juga menyebut Teddy sebagai sosok yang pantas menjadi teladan.
“Nah, apalagi yang paling sulit? Di Amerika ada US Army Ranger School, saya masuklah di situ. Kalau kau udah terlanjur basah, jangan tanggung-tanggung. Kalau kamu sudah hadir, jangan sekadar hadir. Kalau bekerja 100 persen, kerahkan yang kamu punya agar itu berhasil agar tapi di jalan yang baik. Sehingga misal kalau gagal, enggak nyesel,” tegasnya.
“Pak Teddy luar biasa, dia bisa menjadi contoh bagi adik-adiknya di taruna. Selalu menantang diri, challenge diri sendiri dengan hal-hal yang sulit itu sudah menunjukkan kelasnya,” kata Qodari.
“Berbagi pengalaman yang langsung dirasakan juga membuktikan kalau Pak Teddy wajar bisa menjadi pemimpin masa depan karena paham rute dan syarat untuk menjadi pemimpin,” tandasnya.***