Teddy Indra Wijaya Jadi Panutan Taruna Akmil, Ini 5 Pesan tentang Kepemimpinan dan Pengembangan Diri

photo author
- Kamis, 16 Juli 2026 | 22:43 WIB
Teddy Indra Wijaya Jadi Panutan Taruna Akmil, Ini 5 Pesan tentang Kepemimpinan dan Pengembangan Diri (Seskab Teddy saat menyampaikan pembekalan kepada 1.600 taruna Akmil di Magelang. (Sekretariat Kabinet))
Teddy Indra Wijaya Jadi Panutan Taruna Akmil, Ini 5 Pesan tentang Kepemimpinan dan Pengembangan Diri (Seskab Teddy saat menyampaikan pembekalan kepada 1.600 taruna Akmil di Magelang. (Sekretariat Kabinet))

Menurutnya, setiap orang memiliki peluang untuk berkembang selama memiliki keyakinan dan kemauan belajar.

Semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri menjadi bekal penting bagi calon pemimpin.

Teddy menegaskan hal tersebut melalui pesannya kepada para taruna.

“Tidak ada bangsa yang merdeka tanpa tentara yang kuat.”

“Jadilah perwira yang enggak gitu-gitu aja. Kalau kamu di sini masih biasa-biasa aja, belum tentu nanti tetap biasa-biasa aja. Kalau punya keyakinan, Insya Allah pasti bisa,” tambahnya.

3. Kuasai AI, IT, Bahasa Asing dan Bangun Relasi

Selain kemampuan militer, Teddy menilai calon perwira juga perlu memiliki keahlian tambahan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Baca Juga: Pemkot Palembang Benahi Sistem Transportasi Umum, Siapkan Integrasi Feeder dan LRT agar Lebih Mudah Diakses Masyarakat

Ia mendorong para taruna untuk melanjutkan pendidikan, mempelajari kecerdasan buatan (AI), teknologi informasi, hingga menguasai bahasa asing.

Menurutnya, kemampuan tersebut akan menjadi bekal menghadapi tantangan masa depan.

Teddy juga mengingatkan bahwa relasi memang penting, tetapi harus dibarengi dengan kompetensi yang memadai.

Pesan ini menjadi salah satu poin yang paling ditekankan dalam pembekalan.

“Pilih salah satu, minimal kamu ada. Relasi itu penting, tapi kalau mengandalkan relasi tanpa ada kekuatan dan kemampuan, itu sama saja nol. Enggak akan jadi juga,” imbuhnya.

4. Jangan Takut Memilih Tantangan yang Sulit

Teddy membagikan perjalanan kariernya yang selalu memilih tantangan baru untuk mengembangkan kemampuan diri.

Ia menceritakan bagaimana dirinya memilih bergabung dengan Kopassus, kemudian mengikuti satuan Gultor, hingga menjalani pendidikan di US Army Ranger School.

Pengalaman tersebut dijadikan contoh bahwa keberanian menghadapi tantangan akan membentuk kualitas seseorang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X