Berbagai pengalaman dan kajian dari para ahli menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan.
Kolaborasi lintas sektor dinilai mampu menghasilkan rekomendasi yang lebih komprehensif.
Dengan demikian, kebijakan yang diterapkan nantinya dapat menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.
3. Mengembangkan Layanan Feeder yang Terhubung dengan LRT
Salah satu fokus pembahasan adalah pengembangan layanan feeder yang terintegrasi dengan LRT Palembang.
Kehadiran feeder diharapkan memudahkan masyarakat menjangkau stasiun LRT dari kawasan permukiman maupun pusat aktivitas.
Integrasi ini juga bertujuan memperlancar perpindahan penumpang antar moda transportasi.
Semakin mudah akses menuju LRT, semakin besar peluang masyarakat memilih angkutan umum dibanding kendaraan pribadi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang saling terhubung.
Integrasi feeder dan LRT diharapkan meningkatkan efektivitas layanan transportasi publik di Palembang.
4.Meningkatkan Pelayanan Angkutan Umum dan Menyiapkan Skema Subsidi
Selain memperkuat integrasi transportasi, Pemkot Palembang juga membahas peningkatan kualitas pelayanan angkutan umum.
Pemerintah menilai kenyamanan dan kemudahan layanan menjadi faktor penting untuk menarik minat masyarakat.
Dalam pembahasan tersebut turut dikaji kemungkinan penerapan skema subsidi transportasi.
Subsidi diharapkan dapat membuat biaya perjalanan menggunakan angkutan umum menjadi lebih terjangkau.
Dengan tarif yang kompetitif, masyarakat memiliki alternatif selain menggunakan kendaraan pribadi.