nasional

Respons Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terhadap Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen

Selasa, 14 Juli 2026 | 17:22 WIB
Respons Universitas Muhammadiyah Yogyakarta terhadap Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen (Kasus dugaan pelecehan seksual di UMY oleh oknum dosen Prodi Farmasi. (Instagram/umyogya))

Dengan demikian, proses pengumpulan fakta diharapkan berjalan lebih objektif.

Perlindungan terhadap korban menjadi salah satu prioritas utama selama investigasi berlangsung.

Kampus Melakukan Investigasi Internal Bersama Satgas PPKPT

UMY menyampaikan bahwa investigasi telah dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).

Tim melakukan penelusuran terhadap dugaan peristiwa yang beredar di media sosial.

“Proses ini dilakukan untuk memperoleh informasi yang lengkap, akurat, objektif, dan berbasis fakta mengenai dugaan kejadian yang disampaikan,” imbuhnya.

Achmad juga menjelaskan langkah lanjutan yang telah dilakukan.

“Pada hari Sabtu, 11 Juli 2026, Prodi Farmasi dan FKIK telah melakukan investigasi bersama dengan Satgas PPKPT Universitas untuk melakukan penelusuran, pemeriksaan, dan identifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat, memiliki keterkaitan, atau mengetahui informasi mengenai peristiwa tersebut,” jelasnya.

Investigasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai dugaan kasus yang sedang ditangani.

UMY Menelusuri Kemungkinan Adanya Korban Lain

Selain memeriksa dugaan kasus yang telah mencuat ke publik, tim investigasi juga menelusuri kemungkinan adanya peristiwa lain yang belum pernah dilaporkan.

Baca Juga: Program Ganti Atap Rumah Wartawan SKI, Promedia Group, dan Alduro yang Kini Bantu Editor elbaitsukabumi.com

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh informasi dapat terungkap secara menyeluruh.

“Tim juga akan menelaah kemungkinan adanya kasus lain yang berkaitan, serupa, atau belum sempat dilaporkan agar tidak ada informasi maupun persoalan yang terabaikan,” tambahnya.

Penelusuran ini bertujuan memastikan tidak ada korban yang terlewat dalam proses pemeriksaan.

Kampus berharap siapa pun yang memiliki informasi dapat menyampaikannya melalui mekanisme yang tersedia.

Dengan begitu, investigasi dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Halaman:

Tags

Terkini