nasional

Serem! Dokter di Jerman Dihukum Seumur Hidup Karena Terbukti Membunuh 15 Pasien Dalam Perawatan

Kamis, 9 Juli 2026 | 00:13 WIB
ilustrasi dokter pembunuh (istock)

KLIK SAJA - Seorang dokter perawatan paliatif asal Jerman dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti malpraktek membunuh 15 pasiennya.

Pengadilan di Berlin menyatakan pria berusia 41 tahun tersebut, yang hanya disebut sebagai Johannes M. sesuai aturan perlindungan privasi di Jerman, bersalah atas pembunuhan terhadap 12 perempuan dan 3 laki-laki yang terjadi antara September 2021 hingga Juli 2024.

Pihak berwenang meyakini bahwa kasus-kasus tersebut kemungkinan hanya merupakan puncak gunung es. Saat ini, jaksa masih menyelidiki puluhan insiden lain yang diduga melibatkan dokter tersebut.

Para korban berusia antara 25 hingga 94 tahun. Pengadilan mendengar keterangan bahwa seluruh korban memang menderita penyakit serius, tetapi kondisi mereka belum berada pada tahap yang mengancam nyawa dalam waktu dekat.

Jaksa menyatakan bahwa saat melakukan kunjungan ke rumah pasien, dokter tersebut memberikan kombinasi beberapa obat mematikan tanpa persetujuan pasien.

Dalam beberapa kesempatan, menurut jaksa, ia juga sengaja membakar lokasi kejadian untuk menghilangkan jejak kejahatannya.

Pada Juli 2024, tidak lama sebelum ditangkap, jaksa mengatakan dokter itu membunuh dua pasien dalam satu hari.

Korban pertama adalah seorang pria berusia 75 tahun di rumahnya di pusat Kota Berlin. Beberapa jam kemudian, ia diduga membunuh seorang perempuan berusia 76 tahun di distrik tetangga.

Jaksa juga menyebut dokter tersebut berusaha membakar rumah korban perempuan itu, namun usahanya gagal.

Selama sebagian besar persidangan yang berlangsung sekitar satu tahun, dokter tersebut memilih bungkam.

Namun, bulan lalu ia akhirnya mengakui telah "membunuh orang", yakni 12 pasiennya yang menderita penyakit serius.

Di hadapan pengadilan, ia mengatakan telah meyakinkan dirinya bahwa tindakannya adalah hal yang benar karena ingin membebaskan para pasien dari "penderitaan dan kelemahan fisik."

"Selama ini saya berpikir bahwa itulah yang terbaik bagi semua orang," ujarnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas seluruh penderitaan yang telah ditimbulkannya.

Halaman:

Tags

Terkini