Bagian yang paling banyak disorot adalah ketika Syatori menyebut jemaah lansia merepotkan orang lain.
Ucapan tersebut langsung memancing berbagai reaksi karena dianggap menyinggung kelompok lansia.
Potongan pernyataan itu kemudian tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Perdebatan pun berkembang mengenai pelayanan terhadap jemaah lanjut usia selama menjalankan ibadah haji.
Sebagian pihak memahami konteks operasional yang dimaksud, sementara yang lain menganggap penyampaiannya kurang tepat.
"Sebab lansia itu pelaksanaan hajinya repot dan merepotkan orang lain, Pak," sambungnya.
3. Syatori Menjelaskan Maksud Pernyataannya
Setelah menyampaikan pernyataan tersebut, Syatori menjelaskan bahwa banyak jemaah ingin fokus menjalankan ibadah masing-masing.
Menurutnya, kondisi itu membuat pendamping dari KBIHU harus lebih banyak membantu jemaah lansia selama rangkaian ibadah berlangsung.
Ia juga menyebut proses seperti tawaf membutuhkan pendampingan yang tidak sedikit.
Penjelasan tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan tantangan operasional di lapangan.
Meski demikian, penjelasan itu tetap memunculkan beragam penafsiran dari masyarakat.
"Kenapa merepotkan orang lain, sebab jemaah itu rata-rata ingin khusyuk sendiri, Pak. Jadi, enggak ada jemaah yang ingin, oh ini paling bisa membantu dari hotel ke mobil gitu aja," ungkap Syatori.
4. Langsung Mendapat Teguran dari Anggota DPR