KLIK SAJA - Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) kembali menjadi sorotan publik setelah kabar meninggalnya tiga peserta yang mengikuti latihan dasar militer (Latsarmil).
Peristiwa tersebut memicu perdebatan mengenai relevansi pelatihan militer bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Di media sosial, banyak pihak mempertanyakan tujuan dan desain pelatihan yang diterapkan kepada para peserta.
Pemerintah sendiri memastikan program strategis tersebut tetap berjalan meski evaluasi akan dilakukan.
Baca Juga: Informasi Jadwal dan Tiket KM Dharma Kartika 9 Rute Parepare ke Balikpapan Periode 2 – 14 Juli 2026
Tiga Peserta SPPI Dilaporkan Meninggal Dunia
Kabar duka terbaru datang dari Novia Rahmadhani Sitohang yang merupakan calon manajer KNMP.
Novia sebelumnya mengikuti Latsarmil di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.
Ia sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan juga mengonfirmasi wafatnya dua peserta lain yakni Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Ketiga kasus tersebut kemudian memicu perhatian luas dari masyarakat.
Publik pun mulai mempertanyakan sistem pelatihan yang diterapkan dalam program tersebut.
Istana Menegaskan Program Tetap Dilanjutkan
Pemerintah melalui Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro memberikan tanggapan atas peristiwa tersebut.