"Iya, kalau kemudian kita lihat selama ini Bu Nanik adalah Wakil Kepala BGN yang belum lama di situ, tetapi kemudian Ibu Nanik ini banyak melakukan kerja-kerja lapangan, melakukan monitoring-monitoring lapangan dan juga banyak sudah menutup dapur-dapur yang tidak memenuhi syarat di lapangan," kata Dasco.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan DPR menilai Nanik mampu memimpin BGN.
Pengalaman lapangan dianggap penting dalam menjalankan program gizi.
Terutama dalam memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar.
Legislator Soroti Kemampuan Nanik Kelola BGN
Selain pengalaman lapangan, kemampuan manajemen Nanik juga mendapat perhatian dari anggota DPR.
Dasco menyebut legislator di komisi terkait mengakui kemampuan Nanik dalam mengelola BGN.
"Demikian dari hasil pemantauan teman-teman di komisi teknis terkait yang kemudian dibicarakan dalam rapat pembahasan tentang MBG," katanya.
Evaluasi tersebut dilakukan melalui pembahasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
DPR menilai kepemimpinan BGN membutuhkan koordinasi dan pengelolaan yang kuat.
Hal itu menjadi salah satu faktor dalam melihat kesiapan pemimpin baru.
Baca Juga: Kronologi Terbaru Kasus Hanania Travel, Polisi Dalami Aliran Dana hingga Periksa Pihak Lain
Pergantian Kepala BGN Disebut Hak Prerogatif Presiden
Dasco menegaskan pergantian Kepala BGN merupakan kewenangan Presiden sebagai Kepala Negara.
Ia menyebut Presiden Prabowo tentu memiliki pertimbangan dalam menentukan susunan pimpinan baru.