Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menyebut tindakan tersebut dipicu oleh emosi sesaat saat berkendara.
Pelaku disebut merasa kesal ketika hendak menyalip kendaraan lain dari sisi kiri jalan.
Keinginan tersebut tidak berjalan sesuai harapannya sehingga memicu kemarahan.
Emosi yang memuncak membuat pelaku mengambil tindakan yang berujung pada perusakan kendaraan.
Polisi menilai tindakan tersebut dilakukan secara spontan tanpa pertimbangan panjang.
“Yang pasti, dalam kejadian tersebut pelaku merasa tidak diberikan jalan pada saat mau menyalip di bagian kiri, sehingga tiba-tiba pelaku merasa kesal,” ujar kata Panit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Pendi Wibisono kepada awak media pada Minggu, 31 Mei 2026.
Diduga Stres Karena Sepi Penumpang
Selain dipicu persoalan di jalan raya, polisi juga mengungkap faktor lain yang diduga memengaruhi kondisi psikologis pelaku.
JF diketahui bekerja sebagai sopir taksi online. Menurut polisi, pelaku diduga sedang mengalami tekanan akibat kondisi pekerjaan yang sedang tidak stabil.
Sepinya order penumpang disebut turut memengaruhi emosinya saat berada di jalan.
Kondisi tersebut membuat pelaku bereaksi berlebihan ketika merasa tersinggung oleh pengguna jalan lain.
“Tersangka yang bekerja sebagai sopir taksi daring diduga stres karena sepi penumpang, merasa tidak diberi jalan pengemudi langsung menyerang atau tanpa berpikir panjang,” tulis keterangan dalam unggahan Instagram @resmob_pmj.
Korban Melapor dan Pelaku Terancam Hukuman Penjara
Video viral tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram korban, @peteratindra.