Beberapa faktor yang diperkuat antara lain optimalisasi kesiapan armada dan rotasi pesawat.
Selain itu, koordinasi lintas fungsi di internal perusahaan juga terus ditingkatkan demi menjaga kelancaran penerbangan.
Garuda menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan.
Meski industri penerbangan masih menghadapi berbagai tantangan, perusahaan berupaya menjaga kualitas operasional secara disiplin.
Langkah itu juga menjadi bagian dari strategi turnaround dan transformasi bisnis Garuda Indonesia.
Baca Juga: KAI Daop 6 Tutup Jalur Perlintasan Liar di Mojolaban Sukoharjo Demi Keselamatan Warga
Penilaian OAG Berdasarkan Kedatangan Aktual Pesawat
Pemeringkatan ketepatan waktu versi OAG FlightView dilakukan menggunakan metodologi khusus yang cukup ketat.
Penilaian OTP dihitung berdasarkan waktu kedatangan aktual pesawat di gate dibandingkan jadwal resmi penerbangan.
Selain itu, data penerbangan yang digunakan harus memenuhi cakupan minimal 80 persen dari total penerbangan terjadwal maskapai.
OAG juga menetapkan ambang batas minimum operasional sebelum maskapai dapat masuk dalam daftar pemeringkatan global.
Karena menggunakan data operasional langsung, hasil penilaian ini cukup diperhitungkan di industri penerbangan dunia.
Predikat tersebut sekaligus menjadi bukti kemampuan maskapai menjaga ketepatan layanan di tengah tingginya frekuensi penerbangan harian.***