Banjir yang terjadi membuat ratusan keluarga terdampak dan harus menghadapi aktivitas yang serba terbatas.
Banyak rumah warga dimasuki air sehingga perabotan harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Sebagian warga juga mulai mengamankan dokumen penting agar tidak rusak terkena banjir.
Aktivitas harian seperti bekerja, sekolah, hingga berjualan ikut terganggu akibat kondisi tersebut.
Warga berharap genangan segera surut agar kehidupan bisa kembali berjalan normal.
Selain kerugian material, banjir juga memicu kekhawatiran jika hujan deras kembali turun.
Drainase Disebut Tidak Berfungsi Maksimal
Salah satu penyebab banjir disebut karena sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan.
Baca Juga: Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf Personal, FSGI Justru Punya Pendapat Berbeda
Saluran air di beberapa titik dinilai tidak berfungsi maksimal sehingga air cepat meluap ke permukiman warga.
Kondisi itu membuat genangan sulit surut meski hujan mulai reda.
Warga juga menyoroti perlunya perbaikan saluran air agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan datang.
Selain drainase, tingginya curah hujan turut memperparah situasi di sejumlah wilayah.
Permasalahan banjir ini pun kembali menjadi sorotan masyarakat Semarang.
Aktivitas Warga dan Pengendara Ikut Terganggu