Bus rombongan hanya parkir di area Museum Ranggawarsita setelah mengikuti kegiatan wisata keliling Kota Semarang.
Korban datang bersama neneknya yang mengikuti agenda wisata bersama PAUD tempatnya mengajar.
“Bukan pengunjung museum, cuma masuk (parkir bus),” kata Agung Raharjo.
Saat rombongan turun dari bus, korban dan adiknya sempat diajak berfoto di sekitar area patung.
Dalam hitungan detik setelah itu, insiden tragis tersebut terjadi.
Museum Akan Evaluasi Seluruh Aset dan Sistem Keamanan
Pasca kejadian tersebut, pihak Museum Ranggawarsita menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh aset dan area museum.
Kepala museum mengatakan pihaknya bakal mengecek ulang kondisi patung maupun fasilitas lain demi mencegah kejadian serupa terulang.
“Karena selama ini kita juga sudah memberikan himbauan anak-anak harus diawasi orang tua,” ujar Agung Raharjo.
Polisi juga telah mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi terkait insiden tersebut.
Namun pihak keluarga korban disebut tidak ingin memperpanjang persoalan dan memilih penyelesaian secara kekeluargaan.
Peristiwa ini pun menjadi pengingat penting soal keamanan fasilitas publik, terutama yang berada di area wisata anak dan keluarga.***