Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengungkapkan total ada 252 siswa yang melaporkan gejala keracunan.
Para korban berasal dari sejumlah sekolah dan madrasah di wilayah Jakarta Timur.
Di antaranya RA Al Latifiyah, SD Negeri Cakung Timur 01, SD Negeri Ujung Menteng 02 dan 03, MI Al Adawiyah, MI Al Wathoniyah, hingga MTs Al Adawiyah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 188 siswa tercatat mengakses fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebagian besar mengalami gejala ringan, namun ada juga yang harus dirawat intensif.
“Yang mengakses faskes sejumlah 188 dan yang dirawat hingga Sabtu ada 26 (orang),” jelas Ani.
Diduga berasal dari menu pangsit isi tahu
Dugaan sementara menyebut keracunan berasal dari salah satu menu MBG berupa pangsit isi tahu.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan makanan tersebut diduga memiliki rasa yang sedikit masam saat dikonsumsi siswa.
Dugaan itu muncul berdasarkan laporan awal dari para korban dan hasil pemeriksaan sementara di lapangan.
Meski begitu, penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium resmi.
Pemeriksaan laboratorium disebut paling cepat keluar pada Selasa mendatang.
“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa,” kata Ani kepada awak media.
Korban dirawat di sejumlah rumah sakit dan puskesmas