Dalam situasi tersebut, EQ disebut melakukan pukulan spontan.
Aksi itu diklaim sebagai bentuk upaya melepaskan diri dari jambakan.
Momen ini kemudian viral di media sosial. Publik pun mulai mempertanyakan kronologi sebenarnya.
Berujung Laporan ke Kepolisian
Alih-alih selesai di lingkungan sekolah, kasus ini justru berlanjut ke ranah hukum.
Baca Juga: Viral! Kronologi Lengkap Pengendara Mobil vs Motor di Empunala Mojokerto, Anak Jadi Korban Kekerasan
Pihak kepolisian disebut telah menerima laporan terkait insiden tersebut.
Langkah ini memicu perdebatan di publik. Banyak yang mempertanyakan apakah tindakan EQ murni penyerangan atau bentuk pembelaan diri.
Apalagi jika dikaitkan dengan dugaan perundungan sebelumnya.
Situasi pun menjadi semakin sensitif. EQ Mengalami Tekanan Mental dan Takut Sekolah
Setelah dilaporkan, kondisi psikologis EQ disebut semakin menurun.
Ia dikabarkan mengalami ketakutan untuk kembali ke sekolah.
Bahkan ada dugaan ancaman dari kakak kelas yang membuatnya makin tertekan.
Orang tua EQ menyebut proses hukum justru memperburuk keadaan.