Hal ini penting agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di titik tertentu.
Pemerintah pun terus meningkatkan kualitas layanan jalan tol.
2. Teknologi Canggih Digunakan untuk Prediksi Kepadatan Lalu Lintas
Untuk memantau pergerakan kendaraan, Jasa Marga menggunakan teknologi canggih. Sistem ini dikenal sebagai intelligent transportation system.
Teknologi tersebut mencakup kamera yang dilengkapi analisis lalu lintas hingga radar.
Dengan sistem ini, prediksi kepadatan bisa dilakukan lebih akurat.
"Perkiraan tidak hanya jumlah (yang akurat), tetapi juga prediksi di setiap waktunya,” jelas dia.
Penggunaan teknologi ini membantu pengambilan keputusan lebih cepat.
Selain itu, data yang dihasilkan juga lebih akurat.
Hal ini penting dalam menentukan langkah rekayasa lalu lintas.
Dengan sistem ini, potensi kemacetan bisa diminimalisir.
Baca Juga: Program Perumahan Rakyat yang Diklaim Bisa Tekan TBC dan Stunting, Kok Bisa? Simak Penjelasannya!
3. Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi dalam Dua Gelombang
Menurut Rivan, arus mudik Lebaran 2026 terjadi dalam dua gelombang.