KLIK SAJA - Media pemerintah Iran telah mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas di kantornya dalam serangan Israel–Amerika Serikat terhadap Iran, menyusul laporan sebelumnya dari pejabat AS dan Israel yang menyatakan bahwa ia telah terbunuh.
Masa berkabung selama 40 hari bagi pemimpin lama Iran tersebut telah diumumkan. Konfirmasi pada hari Minggu itu muncul setelah kantor berita Tasnim dan Mehr sebelumnya melaporkan bahwa Khamenei tetap “teguh dan kokoh dalam memimpin di lapangan”.
Dilaporkan pula, beberapa anggota keluarga terdekat Ayatollah Ali Khamenei turut meninggal dalam sereangan tersebut.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menulis dalam unggahan di platform Truth Social miliknya bahwa Khamenei yang berusia 86 tahun tewas dalam serangan gabungan AS–Israel yang dimulai pada Sabtu dini hari.
“Ia tidak mampu menghindari sistem intelijen dan pelacakan kami yang sangat canggih, dan dengan bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang bisa ia lakukan, ataupun para pemimpin lain yang tewas bersamanya,” tulis Trump.
“Ini adalah kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka,” katanya. “Semoga IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) dan Kepolisian dapat bergabung secara damai dengan para patriot Iran.”
Meskipun otoritas Iran telah lama merencanakan kemungkinan terbunuhnya Khamenei dalam skenario perang dengan AS dan Israel, pembunuhannya menambah ketidakpastian baru dalam konflik yang sedang berlangsung, yang telah memicu kekhawatiran akan eskalasi dan perluasan pertempuran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya juga mengklaim bahwa terdapat “tanda-tanda yang semakin kuat” bahwa Khamenei telah tewas.
Selain itu, kantor berita Reuters, mengutip seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa jasad Khamenei telah ditemukan.
Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan pendiri Iran pasca-Syah, Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang memimpin Revolusi Iran 1979.
Pemimpin tertinggi memegang otoritas tertinggi atas seluruh cabang pemerintahan, militer, dan peradilan, serta bertindak sebagai pemimpin spiritual negara tersebut.
Serangan pada Sabtu menargetkan 24 provinsi di Iran dan menewaskan sedikitnya 201 orang, menurut laporan media Iran yang mengutip Bulan Sabit Merah.
Di antara serangan tersebut, Israel menghantam dua sekolah di Iran, menewaskan sedikitnya 108 orang di Sekolah Dasar Perempuan Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran selatan, serta dua orang lainnya di sebuah sekolah di timur ibu kota, Teheran.
Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan bahwa banyak “tokoh senior” telah “dilenyapkan” dalam gelombang serangan yang menargetkan para pemimpin tingkat tinggi, sementara Trump menyerukan agar pemerintahan tersebut digulingkan.