Israel, kata Netanyahu, telah membunuh “para komandan di Garda Revolusi dan pejabat senior dalam program nuklir. Dan kami akan melanjutkannya.”
Trump menyatakan dalam unggahannya di Truth Social bahwa “pemboman berat dan tepat sasaran” terhadap Iran akan terus berlangsung “tanpa henti sepanjang minggu ini atau selama diperlukan”.
Serangan balasan Iran pada Sabtu memicu intersepsi pertahanan udara di beberapa negara yang menjadi tuan rumah pangkalan udara dengan aset militer AS, termasuk Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Pada Sabtu malam, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa gelombang ketiga dan keempat serangan “balasan” terhadap posisi AS dan Israel sedang berlangsung, menurut pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita IRNA.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan mengatakan bahwa ia sangat menyesalkan kesempatan untuk diplomasi yang telah “disia-siakan”.
“Tindakan militer berisiko memicu rangkaian peristiwa yang tidak dapat dikendalikan oleh siapa pun di kawasan paling bergejolak di dunia,” katanya kepada badan beranggotakan 15 negara tersebut. “Saya menyerukan de-eskalasi dan penghentian permusuhan segera.”
Berbicara di hadapan Dewan Keamanan, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menyatakan bahwa AS dan Israel telah “memulai agresi yang tidak diprovokasi dan direncanakan sebelumnya”, dengan menyerang “wilayah berpenduduk sipil di berbagai kota besar Iran, tempat jutaan orang tinggal”.
“Ini bukan hanya tindakan agresi, ini adalah kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujarnya.***