nasional

Strategi ALM IFG untuk Stabilitas Keuangan Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun di Indonesia

Rabu, 18 Februari 2026 | 13:53 WIB
Strategi ALM IFG untuk Stabilitas Keuangan Perusahaan Asuransi dan Dana Pensiun di Indonesia (Indonesia Financial Group (IFG) menyelenggarakan sharing session bertema “Bridging Financial Centres: Pathways in Insurance and Capital Markets”. (Dok. IFG) )

Oleh karena itu, pengelolaan yang disiplin menjadi prioritas utama agar dana nasabah tetap aman.

Pentingnya Liability Driven Investment (LDI)

Denny menekankan bahwa ALM yang tidak prudent dapat berdampak pada defisit tingkat kesehatan perusahaan.

Untuk itu, Liability Driven Investment (LDI) menjadi strategi penting dalam optimalisasi ALM.

Baca Juga: Cek Jadwal Sahur dan Buka Puasa Kabupaten Semarang Ramadan 2026 Versi Pemerintah

LDI menyesuaikan strategi investasi dengan profil liabilitas sesuai risk appetite perusahaan, sehingga potensi mismatch aset-liabilitas dapat diminimalkan.

Pendekatan ini membantu perusahaan mengelola risiko secara terukur sekaligus tetap mengejar pengembalian investasi yang relevan dengan rencana bisnis.

Framework LDI yang Terukur

Framework LDI umumnya terdiri dari tiga komponen utama Liability Profile Analysis, Liability Hedge Portfolio, dan Return Seeking Portfolio.

Pendekatan ini memungkinkan perusahaan mengatur investasi sesuai dengan profil liabilitas dan tujuan jangka panjang.

Selain itu, LDI mendukung diversifikasi portofolio, menjaga likuiditas, serta meminimalkan risiko suku bunga dan pasar.

Dengan penerapan yang tepat, perusahaan bisa memastikan keberlanjutan industri sekaligus menjaga kepercayaan pemegang polis.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Imsakiyah Pekalongan Ramadhan 2026 Versi Kemenag RI Yuk Share ke Keluarga!

Pandangan Rocky Tung tentang ALM

Dalam paparannya, Rocky Tung menekankan bahwa pengelolaan aset dan kewajiban yang efektif merupakan prasyarat stabilitas keuangan.

Halaman:

Tags

Terkini