Salah satu pembeda utama Sekolah Rakyat adalah adanya home visit atau kunjungan langsung ke tempat tinggal calon siswa.
Dalam praktiknya, tim Kemensos menemukan banyak kasus anak yang sama sekali tidak terdata di DTSEN.
Robben Rico mencontohkan pengalaman menemukan seorang anak bernama Alfiyanur di Katingan, Kalimantan Tengah.
Anak tersebut tinggal di dalam kawasan hutan bersama kakaknya, jauh dari akses publik.
Baca Juga: Info Jadwal KA Solo - Purwokerto Februari 2026 Lengkap dengan Estimasi Waktu Tempuh
Perjalanan menuju rumahnya pun tidak mudah, harus melewati jalan tanah dan dilanjutkan dengan berjalan kaki.
Fakta ini menunjukkan bahwa kemiskinan ekstrem sering kali tersembunyi.
Tanpa home visit, anak-anak seperti Alfiyanur hampir pasti terlewat.
Inilah alasan mengapa verifikasi lapangan menjadi elemen penting Sekolah Rakyat.
4. Surat Keterangan Daerah Jadi Jalan Masuk Pendidikan
Menariknya, anak yang sama sekali tak terdata tetap bisa masuk Sekolah Rakyat.
Syaratnya tidak rumit, cukup dengan surat keterangan dari pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: Tips Naik KA Ekonomi Kroya - Solo Februari 2026 Lengkap dengan Jadwal, Harga dan Layanan
Dalam kasus Alfiyanur, bahkan unsur Forkopimda tidak mengetahui keberadaan rumah dan warganya.
Rumah tersebut tidak memiliki aliran listrik dan berada di lokasi terpencil.