Mushola dan Gereja Sama-Sama Dijaga Ketertibannya
Salatiga dikenal sebagai kota toleran, dan hal itu juga terasa menjelang Ramadhan.
Mushola dan masjid dibersihkan, sementara tempat ibadah agama lain tetap dijaga ketenangannya.
Warga saling memahami perubahan aktivitas selama bulan puasa.
Baca Juga: Makin Bertambah Pelapor Dugaan Penipuan Investasi Akademi Crypto Timothy Ronald
Tidak ada gesekan, justru muncul sikap saling menghormati.
Bagi masyarakat Salatiga, Ramadhan menjadi momen menjaga harmoni sosial.
Tradisi ini sudah berlangsung lama dan terasa alami.
Mulai Mengatur Jam Aktivitas Harian
Beberapa minggu sebelum Ramadhan, warga mulai menyesuaikan jam kegiatan.
Warung makan perlahan mengurangi jam buka siang hari.
Anak-anak mulai dibiasakan tidur lebih awal. Perubahan ini dilakukan tanpa paksaan, mengikuti kebiasaan yang sudah berulang tiap tahun.
Ritme hidup kampung terasa lebih teratur. Salatiga menyambut Ramadhan dengan cara menenangkan diri.
Saling Berbagi Makanan Rumahan