Mereka tahu cara mengatur hutang, menggunakan bank untuk bisnis, dan menumbuhkan aset.
Sementara sebagian orang dari lingkungan kurang mampu hanya terbiasa cicil atau hidup sesuai gaji.
Perbedaan pola ini menghasilkan produk dan peluang finansial yang berbeda.
Theo menekankan bahwa mindset investasi bukan sekadar soal uang, tetapi soal cara berpikir dan prioritas hidup.
Baca Juga: Sidang Ammar Zoni Memanas, Jaksa Sebut Gudang Sabu di Rutan Salemba, Aktor 32 Tahun Itu Membantah
Kesenjangan mindset ini membuat beban generasi roti lapis semakin terasa.
Sandwich Generation sebagai Produk Lingkungan
Theo Derick menegaskan bahwa sandwich generation bukan hanya soal umur atau tanggung jawab, tetapi juga produk dari lingkungan dan pendidikan finansial.
Di negara kita, ada mayoritas yang kurang teredukasi finansial, dan minoritas yang sudah melek investasi.
Mereka yang berada di mayoritas sering menanggung beban tanpa strategi, sementara minoritas bisa memanfaatkan peluang lebih optimal.
Perbedaan ini memunculkan kesenjangan sosial yang nyata.
Sandwich generation, menurut Derick, lahir dari kombinasi tanggung jawab dan ketidaksiapan finansial yang diwariskan dari lingkungan.
Peran Edukasi Finansial
Theo menekankan pentingnya edukasi finansial sejak dini untuk mencegah generasi muda masuk ke dalam jebakan sandwich generation.