“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Hunian sementara ini dirancang agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih normal.
Dengan tempat tinggal yang layak, warga dapat mulai memulihkan aktivitas ekonomi dan sosial.
Konsep ini menempatkan Huntara sebagai bagian integral dari proses rehabilitasi pascabencana.
Baca Juga: Informasi Warga Papua! Jadwal Pelayaran Kapal Pelni Rute Jayapura ke Makassar Bulan Januari 2026
Keberlanjutan menjadi fokus utama, bukan sekadar kecepatan pembangunan.
Kolaborasi BUMN Karya dan Infrastruktur Dasar
Pembangunan tahap pertama Huntara melibatkan banyak BUMN.
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) menyediakan lahan, sementara tujuh BUMN Karya mengerjakan konstruksi dengan sistem percepatan dan modular.
Proyek ini dipimpin PT Hutama Karya (Persero) sebagai koordinator lapangan, bersama Waskita Karya, Brantas Abipraya, PP, Wijaya Karya, Adhi Karya, dan Nindya Karya.
Infrastruktur dasar diperkuat oleh PLN untuk pasokan listrik dan Telkom Indonesia untuk konektivitas komunikasi.
Kolaborasi ini memastikan kawasan Huntara siap huni dalam waktu singkat.
Baca Juga: Info Indonesia Timur! Jadwal Pelayaran Kapal Pelni Rute Makassar ke Jayapura Periode Januari 2026
Sinergi lintas BUMN mempercepat proses pemulihan secara menyeluruh.
Disiplin Eksekusi di Tengah Target Waktu Ketat