Inovasi tak berhenti sampai di situ, mereka juga menghadirkan dodol kopi serta minuman fermentasi kopi yang dikenal sebagai wine kopi.
Ragam produk ini menunjukkan kreativitas para ibu dalam membaca peluang pasar.
Mereka tak terpaku pada satu produk saja, tapi terus bereksperimen.
Inovasi ini membuat usaha KWT semakin kaya dan variatif.
Produk lokal desa pun naik kelas. Semua dikerjakan dengan semangat gotong royong.
Berangkat dari Keterbatasan dan Pandangan Sebelah Mata
KWT Sari Amerta Giri lahir dari kesamaan latar belakang para perempuan sebagai petani.
Di awal berdiri, anggotanya hanya 12 orang dengan kemampuan dan pengalaman yang beragam.
Tantangan terbesar bukan cuma soal modal, tapi juga minimnya pengetahuan mengelola usaha kopi.
Bahkan, saat itu perempuan desa masih sering dipandang sebelah mata.
Namun kondisi itu justru menjadi pemicu semangat Ani dan kawan-kawan.
Mereka tak mau menyerah pada keadaan.
Dengan kebersamaan, mereka berani melangkah dan belajar.