Bottleneck Sungai Memperparah Risiko Banjir
Ferry menjelaskan, banyak sungai di Sumatera memiliki hulu curam dan material banjir campuran.
Kondisi diperparah oleh infrastruktur yang tidak ramah hidrolika.
“Bottleneck buatan, bukaan sempit tidak ramah secara hidrolika, begitu alirannya ketahan langsung dampaknya ke warga,” ucapnya.
Karakter ini mirip dengan sungai di Swiss, yang juga sering menghadapi banjir bandang.
Strategi efektif untuk mengurangi risiko kayu tersangkut adalah membersihkan bottleneck terlebih dahulu.
Langkah ini menjadi kunci untuk meminimalkan jebolan susulan.
Adaptasi Metode Swiss dan Jepang
Ferry menekankan bahwa solusi sudah tersedia melalui praktik internasional.
“Negara macam US, Jepang, swiss menghadapi masalah yang sama waktu banjir bandang dan ini menyebabkan apa yang disebut sebagai logjam,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah awal bukan membuang semua kayu, melainkan membersihkan titik krusial seperti bottleneck, jembatan, tikungan sungai, dan pertemuan anak sungai.
Baca Juga: Info Penting! Jadwal Kapal Pelni KM Sinabung Periode Januari 2026 Rute Babang – Surabaya - Jayapura
Dengan cara ini, aliran bisa lebih stabil dan risiko banjir susulan berkurang.
Strategi ini bisa diadaptasi untuk kondisi sungai di Sumatera.