Wilayah tersebut meliputi Palembayan, Malalak, Tanjung Raya, Ampek Nagari, Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Matur, Palupuh, Kamang Magek, Tilatang Kamang, Biaso, Banuhampu, dan IV Koto.
Sementara itu, tiga kecamatan lainnya yakni Sungai Pua, Candung, dan Ampek Angkek dilaporkan tidak terdampak signifikan.
Luasnya sebaran wilayah terdampak menunjukkan betapa masifnya bencana ini.
Hampir seluruh penjuru Agam merasakan dampaknya.
Baca Juga: Danantara dan BRI Turun Tangan Salurkan Bantuan dan Pulihkan Harapan Warga Aceh Tamiang
Distribusi bantuan pun harus menjangkau area yang sangat luas. Ini menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan.
Update Korban, 192 Tewas dan 72 Masih Hilang
BNPB mencatat dampak kemanusiaan yang sangat besar di Agam.
Hingga 20 Desember 2025 pukul 21.00 WIB, korban meninggal dunia mencapai 192 orang.
Sementara itu, 72 orang masih dinyatakan hilang dan berpotensi bertambah.
Jumlah pengungsi tercatat 3.878 jiwa, dengan empat orang masih dirawat.
Selain itu, 26 orang dilaporkan terdampak atau terisolasi.
Baca Juga: Sindiran hingga Sumpah Serapah, Ini 5 Potret Protes Warga Aceh Tamiang Terhadap Dugaan Mafia Kayu
Korban meninggal terbanyak berasal dari Kecamatan Palembayan sebanyak 138 orang, disusul Malalak 14 orang dan Tanjung Raya 10 orang.
Bahkan, 27 korban masih belum teridentifikasi hingga kini.