KLIK SAJA - Menjelang perayaan Natal 2025, isu toleransi kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat majemuk Indonesia.
Umat Islam kerap dihadapkan pada pertanyaan sejauh mana batas toleransi yang dibenarkan dalam ajaran Islam?
Momentum Khutbah Jumat pada 19 Desember 2025 pun menjadi ruang strategis untuk mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjaga akidah sekaligus merawat kerukunan.
Toleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, tetapi saling menghormati dalam bingkai persaudaraan kebangsaan.
Baca Juga: Viral Video Kepala BGN Main Golf, Dadan Hindayana Buka Suara Soal Narasi Nir-empati
Toleransi dalam Islam Berakar pada Akidah yang Kokoh
Khutbah dapat dibuka dengan penegasan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi toleransi.
Namun, toleransi dalam Islam selalu berpijak pada akidah yang kokoh dan tidak boleh dikompromikan.
Umat diajak memahami bahwa menghormati pemeluk agama lain bukan berarti membenarkan keyakinannya.
Islam mengajarkan sikap adil dan berbuat baik kepada siapa pun yang tidak memerangi umat Islam.
Dengan akidah yang kuat, seorang Muslim justru lebih mudah bersikap bijak.
Baca Juga: Terisolasi dan Terluka, Warga Bonan Dolok Tapanuli Tengah Jalan Kaki 10 Jam Demi Sembako
Inilah pondasi utama dalam membangun harmoni.
Toleransi lahir dari iman, bukan dari keraguan.
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Video Viral, Kisah Boat Getek Terbalik di Bireuen dan Satu Korban yang Belum Ditemukan
Insiden Sungai Peusangan Boat Getek Terbalik, Satu Penumpang Belum Ditemukan
Tak Perlu ke Luar Negeri, Bedah Robotik Kini Hadir Lengkap di Siloam Kebon Jeruk
Tak Sekadar Ganti Wajah, Corporate Rebranding BRI Jadi Penegasan Tetap Setia Mendukung UMKM Indonesia
Bukan Cuma Janji, Ini Aksi Nyata BRI Hadir di Tengah Korban Bencana Sumatra