Pengakuan polos itu menggambarkan betapa besar dampak bencana bagi hidupnya.
Pendidikan terhenti, perlengkapan ibadah hilang, namun semangatnya tak padam.
Di balik kata-kata sederhana, tersimpan luka yang dalam. Warganet pun merasa pilu mendengarnya.
4. Sajadah Biru dan Ucapan Terima Kasih yang Bikin Haru
Relawan kemudian memberikan sajadah berwarna biru kepada bocah tersebut.
Baca Juga: Dari Cangkul hingga Doa, Ini Kisah Haru Warga Pidie Jaya Membersihkan Lumpur Pascabanjir Bandang
Ia menerimanya dengan wajah polos dan mata penuh harap.
Setelah itu, ia mengucapkan terima kasih dengan lirih, “Makasih ya bu, ya,” tuturnya.
Ucapan sederhana itu justru terasa begitu dalam.
Banyak warganet mengaku terharu melihat sikap sopan dan penuh syukur sang anak. Di tengah kehilangan, ia tetap menjaga adab.
Momen ini menjadi simbol bahwa bencana tak selalu memadamkan nilai kebaikan. Justru, di sanalah ketulusan sering muncul.
5. Warganet Tersentuh: Sajadah dan Al-Quran Jadi Permintaan Utama
Reaksi warganet pun membanjiri kolom komentar video tersebut. Salah satunya menulis, “Memang pas julukan Serambi Mekah’ mereka selalu ingat Allah,” tulis akun @yudh******.
Komentar lain menyebut, “Sajadah buat salat, Al-Quran buat ngaji, kelas memang kalian,” tulis akun @desw********.