KLIK SAJA - Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), puluhan pasar tumpah di Pulau Jawa kembali menjadi perhatian serius.
Aktivitas jual beli yang meluber hingga ke badan jalan di sejumlah lokasi dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama saat mobilitas masyarakat meningkat signifikan selama libur akhir tahun.
Berdasarkan paparan Kementerian Perhubungan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI terkait kesiapan angkutan Nataru 2025/2026 pada Senin (8/12), tercatat 56 titik pasar tumpah di Pulau Jawa yang dikategorikan rawan memicu kemacetan.
Titik-titik tersebut tersebar hampir di seluruh provinsi di Jawa, kecuali DKI Jakarta.
Jawa Barat Paling Banyak Pasar Tumpah
Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah pasar tumpah terbanyak, yakni sekitar 25 titik.
Lokasinya tersebar dari jalur Pantura hingga ruas penghubung antarkabupaten yang kerap dilalui kendaraan jarak jauh.
Beberapa pasar bahkan berada di jalur nasional, sehingga rawan menyebabkan perlambatan arus lalu lintas.
Daftar pasar tumpah di Jawa Barat:
- Pasar Johar, Karawang
- Pasar Ciasem
- Pasar Cikampek
- Pasar Kertasemaya
- Pasar Minggu
- Pasar Plered
- Pasar Kue
- Pasar Gebang
- Pasar Mundu
- Pasar Losari
- Pasar Karangampel
- Pasar Sukra
- Pasar Patrol
- Pasar Pusakanegara
- Pasar Eretan Wetan
- Pasar Bangkir
Jawa Tengah: Banyak Pasar di Jalur Utama
Di Jawa Tengah, terdapat 12 titik pasar tumpah yang berpotensi menghambat pergerakan kendaraan.
Sejumlah pasar berada di jalur nasional dan jalur utama mudik, sehingga berisiko memicu antrean panjang saat volume lalu lintas meningkat.
Daftar pasar tumpah di Jawa Tengah:
- Pasar Jerakah
- Pasar Mranggen, Demak
- Pasar Bareng
- Pasar Cepiring, Kendal
- Pasar Wiradesa
- Pasar Projo
- Pasar Suradadi
- Pasar Limbangan
- Pasar Bulukamba
- Pasar Ajibarang, Banyumas
- Pasar Linggapura
- Pasar Losari, Brebes
Jawa Timur: Titik Rawan di Kawasan Perkotaan dan Penghubung