Saat lelah memuncak dan tubuh tak lagi sekuat hari-hari awal, warga hanya bisa bersandar pada doa.
Tak ada permintaan berlebihan, hanya harapan agar diberi kesehatan dan kekuatan.
Doa itu terucap sederhana, namun terasa begitu dalam.
"Ya Allah sehatkan kami," pungkasnya.
Kalimat ini seperti mewakili suara banyak penyintas yang sedang berjuang.
Di tengah keterbatasan bantuan dan beratnya kondisi, doa menjadi sumber penguat hati.
Sebuah harapan agar mereka mampu kembali menata hidup.
Perjuangan warga Pidie Jaya pascabanjir bandang adalah potret keteguhan di tengah keterpurukan.
Lumpur yang menimbun rumah, luka di kaki, hingga kebingungan mencari jalan keluar, semuanya mereka hadapi dengan sabar.
Video sederhana di media sosial itu kini menjadi saksi betapa beratnya proses bangkit dari bencana.
Semoga uluran tangan dan perhatian dari berbagai pihak terus mengalir, agar mereka tak berjuang sendirian.
Dari Pidie Jaya, kita belajar bahwa harapan bisa tetap hidup meski di tengah lumpur dan lelah.***