KLIK SAJA - Usia 130 tahun bukan sekadar angka bagi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Di balik perjalanan panjang itu, tersimpan kisah visioner Raden Bei Aria Wirjaatmadja yang meletakkan fondasi keuangan kerakyatan jauh sebelum istilah inklusi finansial dikenal luas.
Peringatan ini menjadi momen tepat untuk menengok kembali jejak sejarah sekaligus memahami bagaimana nilai-nilai pendiri BRI tetap hidup hingga hari ini.
Raden Bei Aria Wirjaatmadja dan Keberanian Melawan Ketimpangan Zaman
Raden Bei Aria Wirjaatmadja dikenal sebagai bangsawan Jawa yang memiliki kepekaan sosial tinggi.
Saat menjabat Patih Purwokerto pada akhir abad ke-19, ia menyaksikan langsung pegawai pribumi terjerat praktik rentenir yang menindas.
Alih-alih diam, ia memilih jalan berani dengan merancang sistem simpan pinjam yang adil dan aman. Langkah ini terbilang visioner di tengah keterbatasan akses keuangan saat itu.
Gagasannya berpijak pada semangat gotong royong dan keberpihakan pada rakyat kecil.
Dari sinilah benih perbankan kerakyatan di Nusantara mulai tumbuh. Keberanian tersebut menjadi warisan moral yang terus dikenang hingga kini.
Lahirnya Bank Simpan Pinjam Pribumi Pertama di Nusantara
Upaya Raden Bei Aria Wirjaatmadja membuahkan hasil melalui pendirian “De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren”.
Lembaga ini menjadi bank bantuan dan simpanan pertama bagi pegawai pribumi di Purwokerto.