Kombinasi ini menjadikan BRI sebagai salah satu institusi paling siap menghadapi bencana alam sesuatu yang sangat relevan bagi negara kepulauan dengan risiko tinggi seperti Indonesia.
Inilah fondasi inklusi keuangan dengan menghadirkan layanan yang tetap dapat dijangkau kapan pun dan di mana pun, bahkan saat bencana menghampiri.
Koordinasi, Data, dan Transaksi Tetap Bergerak
Begitu daerah dinyatakan darurat, Business Continuity Plan (BCP) langsung dieksekusi.
Unit kerja terdampak diarahkan ke jalur komunikasi satelit, sementara data penting diamankan dan diproses secara real-time.
Skenario darurat ini telah diuji dan disimulasikan berkali-kali, sehingga ketika bencana datang, sistem tidak lagi meraba-raba.
Hasilnya layanan penting seperti penarikan tunai, monitoring risiko, hingga alur pengiriman data tetap stabil.
Dengan integrasi BCP dan satelit, keberlangsungan layanan bukan lagi pertanyaan tapi kepastian.
BRI Peduli Turun ke Lapangan dari Paket Makanan hingga Perahu Karet
Tak hanya menjaga layanan, BRI melalui BRI Peduli bergerak memberikan bantuan kepada warga terdampak.
Di Sumatra Utara, ribuan paket makanan, air mineral, sembako, dan obat-obatan didistribusikan langsung oleh pekerja BRI di wilayah terdampak, terutama di Desa Sialang, Silaiya, Bange, dan Sipange.
Sementara itu di Sumatra Barat, BRI Peduli menyalurkan perahu karet dan pelampung melalui BPBD Kota Padang untuk kebutuhan evakuasi.
Tim Elang Relawan BRI turut terjun langsung mengantarkan makanan cepat saji ke titik-titik paling parah di Padang.